Snackpedia

History of Keripik Tempe

Terciptanya tempe semula berawal dari kedelai hitam yang banyak tumbuh di tanah Jawa. Kata kadele sendiri, yang berarti kedelai, sudah ditemukan dalam Serat Sri Tanjung pada sekitar abad ke-12. Masyarakat mengolah kedelai menjadi tempe melalui proses panjang. Mulai dari perebusan hingga melibatkan fermentasi, agar membuatnya menjadi bahan makanan yang tahan lama. Pada zaman dahulu, tempe dibuat di dekat sumber air seperti sungai karena membutuhkan banyak pasokan air untuk melepaskan kulit kedelai. "Itu menunjukkan masyarakat saat itu sangat kreatif. Mereka berolah kreasi di dapur dengan memanfaatkan bahan yang ada seperti kedelai menjadi tempe, menjadi kecap. Dan ini menjadi bukti kecerdasan masyarakat Indonesia masa dulu," kata ahli sejarah dan pengamat kuliner Heri Priyatmoko Catatan sejarah tentang tempe juga muncul saat tanam paksa di tahun 1830-1870-an. Pada masa kolonial itu, tempe menjadi penyelamat masyarakat yang harus bekerja keras. Sejak saat itu pula, tempe terus menjadi makanan yang digemari masyarakat. Harganya yang murah, bahan yang mudah didapatkan, gizi yang tinggi, proses memasak yang mudah, hingga rasa yang nikmat membuat tempe terus bertahan dari tahun ke tahun.